lagu

Senin, 06 Januari 2014

MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC YANG TERHUBUNG JARINGAN

MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC YANG TERHUBUNG JARINGAN

A. Pendahuluan

Jaringan komputer merupakan suatu struktur teknologi informasi yang relatif kompleks dan relatif cepat berubah dan berkembang, baik dalam segi kuantitas maupun kualitas teknologi uang di usungkannya. Oleh karena itu, diperlukan tindakan korektif dan perawatan yang cukup saksama agar kelangsungan konektivitas jaringan tersebut berlangsung lama.

Dalam merawat dan mencegah permasalahan yang timbul dalam jaringan, diperlukan keterlibatan setiap pengguna anggota jarigna, terutama administrator jaringan. Hal ini merupakan pekerjaan yang membutuhkan ketelitian dan kesabaran yang tinggi.

B. Mengenali masalah melalui gejala yang muncul dan melokalisasi serta mengisolasinya

Komputer yang terhubung ke jaringan sangat retan terhadap kerusakan, terutama jika pengguaannya berlansung selama 24 jam. Banyak sekali faktor penyebab kerusakan kondisi jaringan, misalnya faktor tegangan listrik yang selalu berubah-ubah serta mati mendadak, korosi akibat tempat yang lembab serta tidak adanya perawatan berkala, sehingga matinya masing-masing komponen itu sendiri.

Dalam merapawat jaringan, kita harus dapat memantau setiap komponennya masing-masing, dengan demikian dapat dikenali indikator gejala-gejala yang mengarah pada kerusakan sejak dini sehingga kerusakan dan kerugian lebih besar dapat dihindari.

Kerusakan atau kegagalan konektivitas pada jarignan dapat digolongkan pada masalah hardware dan software. Untuk kesalahan hardware kita harus melakukannya lansung ke unit hardware yang mengalami gangguan, seperti server, NIC, hub/switch, kabel dan lain-lain. Walau begitu, dalam perawatan jaringan harus dilakukan secara terstruktur serta terorganisasi dengan baik. Jadi jangan samapai misalnya, kerusakan sebenarnya terletak pada kabel jaringan yang terputus namun karena kurangnya pengalaman maka yang dilakukan perbaikan NIC. Bila hal ini terjadi, maka akan terjadi kerugian berutun mulai dari biaya hingga tertundanya pekerjaan.

C. MASALAH PADA HARDWARE.

1. Server

Sebagaimana yang diketahui, server merupakan komputer yang difungsikan sebagai tempat penyimpanan berbagai layanan jaringan, seperti penyediaan dan penyimpanan file/data, printer dan lain-lainnya. Di dalam server juga tersimpan informasi setiap user/pengguna anggota jaringan dan merupakan pusat pengendali jaringan.

Begitu pentingnya peran server maka kondisi server mutlak harus selalu dalam kondisi prima. Jika server mengalami gangguan maka semua komputer client yang terhubung dengannya juga tidak akan berfungsi.

Beberapa gejala kesalahan secara hardware pada server sebagai satu unit komputer, umumnya sama dengan gejala kesalahan secara hardware pada setting PC sebagai stand alone

server3

2. Workstation

Workstation merupakan komputer anggota jaringan yang digunakan oleh pengguna dalam keseharian. Dalam jaringan dengan sistem

 peer to peer, workstation pun dapat berfungsi sebagai server dan membagi-pakaikan (sharing) beberapa sumber daya yang dimilikinya, seperti printer, file dan drive. Jika workstation mengalami gangguan, maka jaringan tidak dapat berkomunikasi baik dengan komputer server maupun workstation lainnya.

kj - Copy

3. Hub/switch

Hub/switch merupakan pusat atau kosentrator terutapa pada jaringan dengan topologi star. Komponen ini berfungsi sebagai penerus data yang diterimanya dan dikirimkan kepada node/host yang membutuhkannya. Oleh karena komponen ini begitu penting maka harus dijaga agar selalu dalam kondisi baik.

Jika komponen ini mengalami gangguan maka otomatis semua jaringan akan menjadi lumpuh dan komunikasi terputus. Hub/switch memiliki lampu indikator, baik lampu indikator power maupun workstation yang terhubung padanya. Jika lampu indikator tidak menyala, ada kemungkinan aliran listrik terputus atau bahkan ada gangguan serius dalam switch tersebut.

hkhbk

4 . NIC( Network Interface Card/Kartu Jaringan)

NIC berfungsi untuk menghubungkan PC dengan jaringan komputer sehingga komputer tersebut bisa berkomunikasi dengan komputer lainnya dalam jaringan tersebut. NIC memiliki lampu indikator status jaringan yang diterimanya. Jika lampu indikator tersebut menyala pada saat komputer dinyalakan, berarti NIC telah aktif dan berfungsi dengan normal, dan kabel kabel telah tersambung dengan baik. Namun sebaliknya, jika lampu tersebut tidak menyala, ada kemungkinan terdapat masalah dengan jaringan atau bahkan dengan NIC tersebut. Akibatnya, komputer sama sekali tidak dapat berkomunikasi dengan komputer lain.

hybih unduhan

5. Kabel

Kabel berfungsi untuk menghubngkan komputer yang berapda dalam jaringan. Komponen ini sangat rentan terhadap kerusakan karena posisinya ada di luar komputer. Kerusakan bisa diakibatkan oleh hama tikus atau kondisi lingkungan setempat seperti hujan, panas, terbelit, dan tertekuk. Oleh karena itu, penanganannya harus lebih ditinggkatkan.

Beberapa kerusakan yang umum terjadi pada keabel adalah terkelupas, terputus, terjadi hubungan singkat, dan konektor longgar. Dengan demikian, konektifitas kabel tersebut akan terganggu. Ada tidaknya masalah pada kabel, dapat dilihat dari lampu indikator NIC yang tidak menyala.

Pada jenis kabel koaksial dan pada jaringan topologi bus, jika terjadi kerusakan pada kabel maka penanganannya terasa lebih sulit karena harus diperiksa satu per satu. Adapun pada kabel jenis UTP dengan topologi star, jika terjadi kerusakan pada salah satu workstation maka hanya workstation itu saja yang akan mengalami gangguan dan tidak akan mengganggu komputer lainnya.

jlkjadf jkhnlih

D. MASALAH PADA SOFTWARE

Berikut ini adalah gejala-gejala umum terjadinya gangguan pada jaringan yang berkaitan dengan software.

Tabel . Gejala – gejala umum pada jaringan software

Gejala

Diagnosis

Tidak bisa login dalam jaringan

Kesalahan memasukkan user name dan passsword

Tidak bisa menemukan komputer lain pada daftar network neighborhood

Komputer belum menyalaKomputer belum dikonfigurasi

Alamat IP belum sesuai

Komputer tidak berada pada worgroup yang sama

Tidak bisa sharing file atau printer

File atau printer belum disharingkan

NIC tidak berfungsi

NIC belum diaktivasi di BIOSDriver belum diinstal dan diaktivasi di sistem operasi

Komputer lain tidak dapat masuk kekomputer kita

File/folder belum di-sharing-kanKomputer belum dikonfigurasi

Alamat IP belum sesuai

Komputer tidak berada workgroup yang sama

Jaringan lumpuh

Server belum dinyalakan atau diaktivasi

Hub dan jaringan tidak menyala

Kabel terkelupas, ada hubungan singkat, kabel putus, konektor longgar, dan penguncinya patah, pin pada port NIC ada yang patah, hub tidak diaktifkan.

Dalam mengisolasi suatu masalah pada jaringan, memang tidak bisa berdiri sendiri. Oleh karena itu, isolasi masalah harus dilakukan dengan hipotesis dan sedapat munggkin terhindari dari salah hipotesis. Bila suatu hipotesis benar maka lakukan lokalisasi pada kesalahan dan isolasi sumber masalah tersebut.

Sebagai contoh, terdapat suatu jaringan LAN dengan topologi star. Gejala masalah adalah komputer B tidak dapat mengakses data dari komputer A. Hipotesis awal dari gejala ini adalah folder di komputer A belum di sharing kan.

Dalam menangani masalah ini, ada beberapa hal yang perlu dilakukan berkaitan dengan hipotesis itu, yaitu sebagai berikut;

  1. Periksa apakah komputer C, D, E dan seterusnya bisa mengakses data pada komputer A, jika sama-sama tidak bisa mengakses maka dilakukan perintah PING dari komputer C, D dan E ke komputer A. Umumnya pada topologi star jika ada satu node bermasalah tidak akan mengganggu komputer lainnya.

  2. Pastikan komputer C, D dan E menerima balasa dari peintah PING tersebut.

  3. Pastikan pula komputer A menjawab perintah PING dari komputer B. Jika diperlukan kabel yang menghubungkan komputer B, komputer A dan HUB dengan menggunakan LAN tester.

  4. Jika langkah-langkah diatas tidak ada masalah, periksa status folder yang dimaksud; apakah sudah di-sharing-kan atau belum. Jika belum maka seharingkan lah.

  5. Periksa apakah komputer B bisa diakses file pada komputer A. Jika berhasil, berarti hipotesis adalah benar.

Dengan melakukan langkah-langkah seperti diatas maka kita akan terhindar dari pengisolasian masalah yang keliru.

sumber:http://lifeskill29.wordpress.com/2013/09/13/mendiagnosis-permasalahan-pengoperasian-pc-yang-terhubung-jaringan/

DIAGNOSA MASALAH PC DAN PERIPHERAL :)



DIAGNOSA MASALAH PC DAN PERIPHERAL Merupakan mata pelajaran teori dan atau praktikum yang membahas tentang cara mengenal dan mengidentifikasi pesan/peringatan kesalahan yang ditunjukkan oleh Komputer PC sebagai petunjuk adanya permasalahan pengoperasian PC dan peripheral. Mata Pelajaran ini terdiri dari 5 (lima) kegiatan belajar, yang tercakup di dalam proses Mengidentifikasi masalah melalui gejala yang muncul, Memilah masalah berdasar-kan kelompok dan Mengisolasi permasalahan


Pengenalan Pesan/Peringatan Kesalahan Saat Booting pada PC Melalui POST

POST (Power on Self-Test) yaitu test yang dilakukan oleh PC untuk mengecek fungsi-fungsi komponen pendukung PC apakah bekerja dengan baik. POST dilakukan PC pada saat booting, jika PC mengalami suatu masalah maka akan dapat terdeteksi gejala kesalahannnya melalui POST, PC akan memberikan pesan/peringatan kesalahan dalam bentuk suara yang dihasilkan melalui speaker atau tampilan visual di monitor. Selain itu pesan/peringatan kesalahan juga dapat dideteksi melalui kinerja dari PC, misalkan PC tidak hidup walaupun sumber listrik AC sudah terhubung dan tombol power sudah ditekan. POST memungkinkan user dapat mendeteksi, mengisolasi, menentukan, dan menemukan kesalahan sehingga dapat memperbaiki penyimpangan atau kerusakan yang terjadi pada PC. Mekanisme POST disediakan oleh semua produk PC atau motherboard dan tersimpan di dalam ROM atau flash ROM BIOS. Secara umum proses dan prosedur yang dilakukan dalam POST pada semua produk motherboard sama. Terdapat beberapa perbedaan yang menjadikan ciri dari produk motherboard tertentu, tetapi pada dasarnya tetap sama.


1) Prosedur POST (Power on Self-Test)

POST dilakukan sesaat setelah komputer dihidupkan dan mulai booting, proses ini dilakukan oleh BIOS. Adapun urutan prosedur POST adalah sebagai berikut :
a)    Test Power Supply ditandai dengan lampu power hidup dan kipas pendingin power supply berputar.
b)   Secara otomatis dilakukan reset terhadap kerja CPU oleh sinyal power good yang dihasilkan oleh power supply jika dalam kondisi baik pada saat dihidupkan, kemudian CPU mulai melaksanakan instruksi awal pada ROM BIOS dan selanjutnya.
c)    Pengecekkan terhadap BIOS dan isinya. BIOS harus dapat dibaca. Instruksi awal ROM BIOS adalah jump (lompat) ke alamat program POST.
d)   Pengecekkan terhadap CMOS, CMOS harus dapat bekerja dengan baik. Program POST diawali dengan membaca data setup (seting hardware awal) pada RAM CMOS setup, sebagai data acuan untuk pengecekan.
e)    Melakukan pengecekkan CPU, timer (pewaktuan), kendali memori akses langsung, memory bus dan memory module.
f)     Memori sebesar 16 KB harus tersedia dan dapat dibaca/ditulis untuk keperluan ROM BIOS dan menyimpan kode POST.
g)   Pengecekkan I/O controller dan bus controller. Controller tersebut harus dapat bekerja untuk mengontrol proses read/write data.
Termasuk I/O untuk VGA card yang terhubung dengan monitor.

Jika ada salah satu prosedur POST yang tidak berhasil dilewati maka PC akan menerima pesan/peringatan kesalahan dari POST. Pesan/peringatan kesalahan berupa kode beep yang dikeluarkan melalui speaker yang terhubung dengan motherboard atau tampilan di layar monitor sesuai dengan standar masing-masing motherboard.

2) Pesan/Peringatan Kesalahan POST (Power on Self-Test)
Pesan/peringatan kesalahan hasil POST berupa tampilan performance PC, visual di monitor dan beep dari speaker. Sesuai dengan urutan prosedur POST yang dilakukan oleh BIOS maka gejala-gejala permasalahan yang muncul adalah sebagai berikut:


No
Gejala Diagnosa
Pesan/Peringatan Kesalahan
1
CPU dan Monitor mati,
tidak ada beep
1. Instalasi fisik ke tegangan listrik AC 110/220V
2. Power supply
2
CPU hidup, Monitor Mati,
Tidak ada beep
1. Instalasi kabel data dari VGA card ke Monitor
2. Monitor
3
CPU hidup, Monitor Mati,
ada beep
Disesuaikan dengan beep


Prosedur test POST yang telah dilakukan untuk memastikan bahwa unit power supply dan monitor bekerja dengan baik. Jika tahap ini dapat dilewati maka bios mulai meneruskan POST selanjutnya. Adapun hasil dari POST selanjutnya ditunjukkan dengan kode beep apabila ditemukan permasalahan. Bunyi kode beep yang ditunjukkan sesuai dengan BIOS yang digunakan.












Kode Beep AWARD BIOS

No       Gejala Diagnosa                              Pesan/Peringatan Kesalahan
1.       1 beep pendek                                     PC dalam keadaan baik
2.       1 beep panjang                          Problem di memori
3.       1 beep panjang 2 beep pendek      Kerusakan di modul DRAM parity
4.       1 beep panjang 3 beep pendek      Kerusakan di bagian VGA.
5.       Beep terus menerus                     Kerusakan di modul memori atau memori video


Kode Beep AMI BIOS

No       Gejala Diagnosa                              Pesan/Peringatan Kesalahan
1.       1 beep pendek                          DRAM gagal merefresh
2.      2 beep Sirkuit gagal mengecek keseimbangan DRAM Parity (system memori)
3.       3 beep pendek                    BIOS gagal mengakses memori 64KB pertama.
4.       4 beep pendek                            Timer pada sistem gagal bekerja
5.       5 beep pendek                  Motherboard tidak dapat menjalankan prosessor
6.       6 beep pendek     Controller pada keyboard tidak dapat berjalan dengan baik
7.       7 beep pendek                            Video Mode error
8.       8 beep pendek                            Tes memori VGA gagal
9.       9 beep pendek                            Checksum error ROM BIOS bermasalah
10.     10 beep pendek                       CMOS shutdown read/write mengalami errror
11.     11 beep pendek                           Chache memori error
12.     1 beep panjang 3 beep pendek      Conventional/Extended memori rusak
13.     1 beep panjang 8 beep pendek      Tes tampilan gambar gagal


Kode Beep IBM BIOS

No       Gejala Diagnosa                             Pesan/Peringatan Kesalahan
1.       Tidak ada beep  Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang
2        1 beep pendek       Normal POST dan PC dalam keadaan baik
3     beep terus menerus   Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang
4 Beep pendek berulangulangPower supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang
5        1 beep panjang 1 beep pendek      Masalah Motherboard
6        1 beep panjang 2 beep pendek      Masalah bagian VGA Card (mono)
7        1 beep panjang 3 beep pendek      Masalah bagian VGA Ccard (EGA).
8        3 beep panjang                           Keyboard error
9        1 beep, blank                               monitor VGA card sirkuit


Pada PC tertentu menggunakan tone yang pada prinsipnya sama dengan beep untuk memberikan pesan/peringatan kesalahan dalam bentuk suara. Selain beep biasanya pada kondisi tertentu dapat dilihat juga pesan/peringatan kesalahan dalam bentuk text yang ditampilkan pada layar monitor. Text tertulis merupakan bagian dari POST yang dapat dilaksanakan apabila VGA card dan monitor dalam keadaan baikdan terinstalasi dengan benar. User dapat langsung mengetahui masalah yang ada dengan membaca text peringatan. Misalnya yaitu:

Keyboard error    untuk masalah pada keyboard
CMOS error          cmos battery error atau ada masalah pada setting peripheral
HDD not Install    harddisk tidak terpasang

Secara umum pesan/peringatan kesalahan yang ditampilkan mudah untuk difahami oleh user. Hanya saja pesan dalam bahasa Inggris.


3)  Langkah-langkah mengenal dan mengidentifikasi Pesan/Peringatan Kesalahan melalui POST (Power on Self- Test)

Untuk mengenal dan mengidentifikasi pesan/peringatan kesalahan melalui POST para peserta diklat harus memperaktekkan dan mengamati PC dari saat booting hingga selesai proses POST yang dilakukan oleh BIOS dan membaca buku manual setiap komponen PC, terutama motherboard. Dari situ akan diketahui banyak komponen, kegunaan, spesifikasi dan BIOS yang digunakan, termasuk setting pada BIOS nya.